TUGAS AKHIR MODUL 3 PEMBELAJARAN INOVATIF
A. Seorang guru SD menyelenggarakan
pembelajaran STEAM dimana siswa diberikan masalah untuk dipecahkan secara
berkelompok. Masalah yang harus dipecahkan siswa adalah bagaimana tiap kelompok
dapat membentuk 3 (tiga) struktur bangunan apa saja yang mampu menyanggah
sebuah bola basket. Siswa dibekali peralatan seperti karet gelang, lidi, dan
koran dengan jumlah yang sama antar kelompok. Selain membentuk struktur
bangunan, siswa harus melakukan uji coba ketiga struktur yang telah dibuat
untuk mengetahui daya tahan saat menyangga bola basket dalam waktu tertentu.
Sebagian besar siswa terlihat antusias untuk memecahkan permasalahan yang
diberikan oleh guru, tetapi ada beberapa kelompok siswa yang terlihat tidak
memiliki minat atau tidak memiliki kepercayaan bahwa masalah tersebut bisa
dipecahkan. Menurut Anda, bagaimana agar siswa yang tidak berminat menjadi
berminat dan mampu menyelesaikan masalah dengan baik? .
Jawab
: Dalam proses pembelajaran di sekolah, aktivitas
belajar tidak selamanya dapat berjalan lancar. Kemungkinan ada saja masalah
yang di temukan, diantaranya adalah kurang percaya diri, Hal utama yang
perlu diingat ketika Saya merancang proyek STEAM adalah memasukkan satu
aktivitas dari setiap disiplin ilmu (Sains, Teknologi, Teknik, Seni, dan
Matematika) ke dalam satu unit proyek kegiatan pembelajaran.
Agar pembelajaran STEAM dapat berjalan lebih efektif dan dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan saya perlu memasukkan prinsip-prinsip pembelajaran yang berlaku dalam pembelajaran STEAM,
1. Prinsip perhatian dan motivasi
Pendidik menunjukkan masalah yang kontekstual dan menggugah minat peserta didik untuk termotivasi menyelesaikan masalah tersebut. Seperti bagaimana merancang struktur bangunan agar bisa menyanggah bola basket, tidak mudah runtuh dengan memanfaatkan lidi dan karet gelang
2. Prinsip keaktifan.
Peserta didik
diarahkan agar menyadari bahwa dalam memecahkan masalah bidang STEAM, ada banyak cara strategi kognitif seperti
mengaitkan masalah dengan pengetahuan yang telah dimiliki, melakukan
perbandingan dan pengandaian (asosiasi), berpikir secara induktif maupun
deduktif.
Peserta didik diberikan kesempatan untuk melakukan uji coba rancangan berupa struktur
bangunan yang bisa menyanggah bola basket dalam waktu tertentu.
- 4 Prinsip
pengulangan
Peserta didik diberi kesempatan untuk mengulang rancangan yang belum berhasil dengan
berbagai sumber, seperti youtube, google dll.
- 5 Prinsip
tantangan
Peserta
didik diberikan beberapa contoh
dan non- contoh untuk menemukan konsep
dari bidang STEAM yang dipelajari.
- 6.
Prinsip
balikan dan penguatan.
Peserta didik yang telah berhasil melakukan langkah
pengujian struktur bangunan, dapat diberikan reward/medali dan diberi
tantangan baru sebagai respon positif.
B. Penting sekali setiap guru memiliki
rancangan dokumen pembelajaran STEAM sebelum ia melaksanakan pembelajaran.
Buatlah desain pembelajaran STEAM menggunakan model Project Based Learning
(Pembelajaran Berpusat pada Masalah), berdasarkan level pendidikan yang menjadi
tanggung jawab Saudara dalam menyelenggarakan pembelajaran.
Jawab
: Rancangan
dokumen pembelajaran STEAM
1.
Orientasi
peserta didik kepada masalah
Pendidik menjelaskan
tujuan pembelajaran, bagaimanan proses pembelajaran, dan memotivasi peserta didik.
2.
Mengorganisasikan peserta didik
pendidik menetapkan topik dan tugas.
3.
Membimbing penyelidikan individu atau kelompok
Pendidik membantu peserta didik
mengumpulkan informasi terkait eksperiment,pemecahan masalah, pengumpulan data,hipotesis,dan
pemecahan masalah.
4.
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Pendidik membantu peserta didik
merencanakan serta menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan
demonstrasi.
5. Menganalisis
dan mengevaluasi proses pemecahan masalah
Pendidik membantu peserta didik melakukan
refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan peserta didik dan proses-proses
yang digunakan.
C. Coba Anda lakukan identifikasi terkait
ragam model “blended learning” yang memungkinkan dapat diterapkan dalam
kegiatan pembelajaran di sekolah Anda.
Jawab : Dari
beberapa model pembelajaran Blended Learning, model yang bisa digunakan di
sekolah kami adalah Model Self-Blend,
dimana peserta didik dapat
mengambil satu atau lebih kegiatan pembelajaran online sebagai tambahan
dari kegiatan pembelajaran tatap muka yang telah dilakukan.
Pada saat pembelajaran
tatap muka, guru memfasilitasi siswa dengan teknologi yang ada di sekolah,
seperti penggunaan komputer, jaringan internet, dan LCD proyektor guna
memaparkan materi di depan kelas berdasarkan realita yang ada di lingkungan
sekolah. Kemudian dari paparan materi tersebut, guru memberi tugas kepada siswa
untuk menelah dan mendiskusikan materi tersebut dengan mencari referensi/sumber
materi yang terkait secara berkelompok melalui media internet, sehingga dapat
merangsang rasa ingin tahu siswa untuk aktif, komunikatif, dan mau mengeksplore
materi.
Dari
hasil diskusi kelompok tersebut, tugas bisa dikumpulkan dalam bentuk laporan
(file) yang pengumpulan tugasnya bisa dikirim melalui apliasi group seperti
Whatsapp, Google Form, Google Classroom, atau aplikasi group lain yang
digunakan.
D. Coba Anda lakukan identifikasi terkait ragam platform atau aplikasi yang dapat digunakan untuk mendukung model pembelajaran blended learning di sekolahmu?
Jawab :
Dari
pola pembelajaran bermedia terlihat bahwa media sudah sangat berpengaruh
sebagai sumber belajar utama siswa. Salah satu sumber belajar siswa yang saat
ini sangat dikembangkan adalah media internet. Dengan bantuan media ini siswa
dapat belajar tanpa batasan ruang dan waktu. Media internet ini menggunakan
teknologi jaringan yang disebut juga pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan dikenal
dengan nama e-learning.
Aplikasi
yang dapat di gunakan untuk mendukung pembelajaran Blended Learning di sekolah
kami yaitu : .
1. Mobile learning (M-Learning)
Contoh teknologi mobile yang
sudah sering kita pakai adalah handpond (smartphone). Karena di
masa pandemi ini tidak diperbolehkan pembelajaran tatap muka, dengan Mobile learning
bisa dilakukan
kapan
saja dan di mana saja,
selama peserta didik membawa perangkat mobile mereka.
2. Media
Sosial (Social Media)
istilah media
sosial tentu saja
bukan sesuatu yang asing
didengar, bahkan setiap hari kita
menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan teman, saudara, atau antara
peserta didik dengan pengajar karena kemudahan dan kecepatannya
dalam menyampaikan
informasi.
Contoh media sosial yang sering kita
pakai di sekolah kami. twitter, facebook, dan instagram sebagai situs share foto terpopuler yang
telah merajai situs media sosial. Untuk chatting bisa
menggunakan facebook
chat, line, whatsapp, yahoo messenger,
atau skype.
3. Pembelajaran Elektronik
Berbasis “Awan” atau Cloud
komputasi awan atau yang disebut dengan Cloud Computing merupakan konsep yang
sedang
ramai digunakan pada saat ini, dimana komputasi merupakan sebuah model yang
memungkinkan terjadinya
penggunaan sumber daya (jaringan, server, media penyimpanan, aplikasi, dan service) secara bersama-sama, seperti materi pelajaran tugas2
catatan dan modul bisa di simpan di Cloud.
Contoh :
google drive, adobe creative cloud.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapussopan
BalasHapus